KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BEBERAPA TEKNIK PENGENDALIAN HAMA TERPADU

Pendahuluan

Pengendalian    hama    adalah    aplikasi    teknologi    berdasarkan pengetahuan biologi  untuk  menurunkan  populasi  atau  pengaruh  hama  secara  memuaskan.    Berdasarkan  pengertian  tersebut,  maka  dalam  pengendalian hama diperlukan dua pengetahuan dasar, yaitu teknologi dan biologi.

Pengetahuan   teknologi   yang   diperlukan   meliputi   alternatif      teknologi   paling tepat   untuk   digunakan   dalam   menekan   populasi   atau   pengaruh   hama.  Alternatif  teknologi  ini  diantaranya  termasuk  teknologi  penggunaan  pestisida, teknologi   pemanfaatan   bahan-bahan   alami   (biologi),   teknologi   kultur   teknis (budidaya),  fisik,  mekanik,  rekayasa  genetik,  alat-alat  pengendalian,  dan  lain-lain.

Pengetahuan  biologi  diperlukan  antara  lain  untuk  menentukan  dimana, kapan,  dan  bagaimana  teknologi  itu  harus  digunakan.    Pengetahuan  biologi yang   dibutuhkan   tidak   haya   mencakup  biologi  dari  hama  itu  sendiri  tetapi juga  biologi  dari  tanaman  dan  musuh  alami  hama (Hidayat, 2001).

Pengetahuan  biologi  yang diperlukan   antara   lain   :   (1)   biologi   spesies   hama   (jenis   dan   sifat   hama, fenologi  hama,  kepadatan  populasi,  potensi  merusak,  dll,),  (2)  kisaran  inang (monofag,  oligofaf,  dan  poligofag),  (3)  biologi  tanaman  (jenis  tanaman  dan tingkat   ketahanan   tanaman),   dan   (4)   biologi   musuh   alami   (jenis   dan   sifat musuh alami, fenologi musuh alami, tingkat parasitasi/patogenisitas).

Definisi  PHT (Brader, 1979) sistem pengendalian hama yang dapat dibenarkan secara ekonomi dan berkelanjutan yang meliputi berbagai pengendalian yang kompatibel dengan tujuan memaksimalkan produktivitas tetapi dengan dampak negatif terhadap lingkungan sekecil-kecilnya.

Supaya     pengendalian     yang     dilakukan     dapat     memberikan     hasil yang memuaskan,  maka  Geier  (1966)  cit.  Pedigo  (1991)  mengemukakan  empat persyaratan berikut :

(1) Pengendalian hama harus selektif terhadap hama yang dikendalikan.

(2) Bersifat komprehensif dengan sistem produksi

(3) Kompatibel dengan prinsip-prinsip ekologi

(4) Bersifat  toleran  terhadap  spesies  yang  potensial  dapat  merusak  tanaman tetapi masih dalam batas-batas yang secara ekonomis dapat diterima

selengkapnya…klik disini!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s