PENGENDALIAN HAMA TERPADU Crocidolomia binnotalis PADA TANAMAN KUBIS (Brassica oleracea)

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Ulat jantung (Crocidolomia binnotalis) merupakan  hama  yang  penting  pada  tanaman  kubis.   Munculnya hama ini pada pertanaman kubis merupakan ancaman yang serius bagi petani.   Pada tahun 1998 Balai Proteksi Tanaman Pangan & Hortikultura V melaporkan ulat jantung kubis (C. binotalis) merupakan hama yang  menempati urutan pertama penyebab kerusakan tanaman  kubis  di  Jawa Tengah. Serangan  hama  ini mengakibatkan turunnya produksi mencapai 50 persen per hektar (Anonimus 1998 dalam Subagiya, 2005).

Selanjutnya disampaikan bahwa serangan C. binotalis pada tanaman kubis sampai sekarang belum dapat diatasi secara memuaskan, meskipun pengendalian kimia telah dilakukan secara intensif.   Salah  satu  agens  pengendali  hayati  yang  mempunyai potensi tinggi untuk mengendalikan hama ulat jantung kubis  adalah  nematoda  entomopatogen  Steinernema carpocapsae (All).

Menurut Lubis (2004), pengendalian  Crocidolomia binotalis dapat  dilakukan  dengan  cara “pithesan”  yaitu  mengambili  ulat  yang  terdapat  pada  tanaman  kubis, kemudian dipencet sampai mati.

selengkapnya…klik disini!

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s