EFEK TANAH DAN IKLIM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TEH

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Teh merupakan minuman yang sudah dikenal dengan luas di Indonesia dan di dunia. Kebiasan minum teh di pagi dan sore hari bagi masyarakat Indonesia sudah menjadi rutinitas turun-temurun. Teh juga umum disediakan dalam suatu acara baik keluarga, menghormati jamuan tamu dan bahkan acara resmi di kantor seperti perjamuan makan atau pun rapat. Di Jepang bahkan ada waktu khusus acara minum teh dengan tata cara yang unik.

Dengan minum teh, badan akan terasa segar dan nyaman, karena di dalam daun teh terdapat kandungan tiamin yang dapat menyegarkan, sedikit kafein yang membuat orang merasa nyaman. Dalam situs http://kumpulan.info. diakses Januari 2009, mengemukakan bahwa minuman berwarna coklat ini umum menjadi minuman penjamu tamu. Aromanya yang harum serta rasanya yang khas membuat minuman ini banyak dikonsumsi. Selain kelebihan tadi, ada banyak zat yang memiliki banyak manfaat yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh.

Manfaat teh antara lain adalah sebagai antioksidan, memperbaiki sel-sel yang rusak, menghaluskan kulit, melangsingkan tubuh, mencegah kanker, mencegah penyakit jantung, mengurangi kolesterol dalam darah, melancarkan sirkulasi darah. Karena itu selain sebagai minuman ringan, teh juga dapat digunakan sebagai terapi untuk kesehatan. Kandungan dalam teh antara lain : Polifenol, polifenol pada teh berupa katekin dan flavanol. Senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan untuk menangkap radikal bebas dalam tubuh juga ampuh mencegah berkembangnya sel kanker dalam tubuh. Radikal bebas ada di tubuh kita karena lingkungan udara yang tercemar polusi dan juga dari makanan yang kita makan. Selain itu vitamin E sekitar 100-200 IU yang merupakan kebutuhan satu hari bagi tubuh manusia. Jumlah ini berfungsi menjaga kesehatan jantung dan membuat kulit menjadi halus, vitamin C berfungsi sebagai imunitas, anti oksidan atau daya tahan bagi tubuh manusia, vitamin A yang ada pada teh berbentuk betakaroten merupakan vitamin yang diperlukan tubuh (Tuminah, 2009).

Produksi teh saat ini mengalami penurunan akibat pemanasan global memicu perubahan iklim dunia maupun Indonesia. Perubahan meningkatnya temperatur (10 tahun = 1-2ºC). Periode kemarau yang ekstrim saat ini terjadi lebih cepat (2-3 tahun; Tahun 1990 : 5-7 tahun) curah hujan tinggi, terjadi degradasi lapisan tanah atas. Berkurangnya produksi tanaman teh : Indonesia : 3-53%, tergantung lokasi, jenis tanah dan tanaman. Srilanka : berkurangnya curah hujan 100 mm/bulan mengakibatkan turun produksi 150-400 kg/ha pucuk (Rachmiati, 2008).

Mengingat rutinitas minum teh masyarakat Indonesia dari usia muda hingga usia tua tetap berlangsung, berarti kebutuhan akan daun teh masih terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan minat masyarakat. Oleh karena itu perlu usaha untuk mulai memanfaatkan informasi agroklimat untuk analisis perencanaan pengelolaan tanaman teh agar produksinya tetap optimal tanpa terpengaruh kondisi perubahan iklim.

selengkapnya…klik disini!

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s