PENGARUH IKLIM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)

PAPER

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pada awal tahun 80-an tanaman kelapa sawit digelari sebagai komoditi primadona karena memberi keuntungan yang melimpah. Perluasan areal perkebunan kelapa sawit sangat pesat. Sebelum Perang Dunia II, Sumatera Utara dan Aceh merupakan penghasil minyak terbesar di dunia, tetapi setelah perang Malaysia menjadi produsen minyak sawit yang utama. Hal ini berkat kemampuan Malaysia dalam mengelola perkebunan sawit secara efisien dan di dukung oleh penelitian dan pengembangan teknologi yang mantap (Sianturi, 1993).

Dari berbagai perkembangan dan kajian yang ada, terlihat bahwa ke depan persaingan dalam usaha perkebunan kelapa sawit bukan saja terjadi antar sesama negara produsen melainkan juga persaingan dengan jenis minyak nabati lainnya. Jika ditinjau untuk masing-masing komoditi, diperoleh gambaran bahwa pertumbuhan produksi untuk minyak kelapa sawit pada periode 2003-2007 mengalami kenaikan menjadi 25.340.360 ton (26,5 %) dari total produksi jenis minyak nabati. Begitu juga dengan konsumsi, diperoleh gambaran bahwa pertumbuhan konsumsi yang cukup tinggi terjadi terutama pada tiga jenis minyak nabati yaitu minyak kedelai, minyak kelapa sawit dan minyak kanola. Namun demikian mulai periode 2003-2007 pangsa konsumsi minyak kelapa sawit mengungguli pangsa konsumsi minyak kedelai. Kondisi tersebut diperkirakan masih akan terus berlanjut hingga tahun 2020.

Dari hasil analisa diatas diketahui bahwa Indonesia masih kekurangan minyak goreng untuk kebutuhan nasional sebesar 1.339.000 ton (setara dengan kebutuhan CPO sebesar 1.786.533,33 ton atau setara dengan ketersediaan TBS sebesar 7.767.536,23 ton). Hal ini menunjukkan bahwa peluang untuk pengolahan minyak goreng sawit maupun pengolahan CPO dan budidaya kelapa sawit masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan di Indonesia. Sementara dari data ekspor dapat diketahui bahwa kuota impor China untuk minyak goreng sawit mencapai 2,6 juta ton pada tahun 2004 dan Indonesia baru menyanggupi 0,7 juta ton untuk CPO dan 0,2 juta ton untuk minyak goreng sawit dan Cina masih membuka importir untuk mengimpor minyak goreng sawit sebesar 0,5 juta ton. Dan untuk India pada tahun 2004 kuota impor minyak goreng sawit mencapai 2,5 juta ton. (Kompas, 2004 dalam Media Indonesia 2008).

Saat ini Indonesia dan Malaysia merupakan produsen utama CPO dunia dengan menguasai lebih dari 80 % pangsa pasar. Negara-negara produsen lainnya, seperti Nigeria, Kolombia, Thailand, Papua Nugini dan bahkan Pantai Gading, boleh dibilang hanya menjadi pelengkap. Malaysia menempati peringkat teratas dengan volume produksi pada 2003 mencapai 13,35 juta ton. Sementara Indonesia masih 9,75 juta ton. Menurut ramalan Oil World, volume produksi CPO Indonesia pada 2010 bakal mencapai 12 juta ton. Namun agaknya ramalan itu bakal meleset, sebab pada 2004 saja volume produksi CPO Indonesia sudah mencapai 11,5 juta ton (Regionalinvestment, 2008).

Pada saat ini harga sawit anjlok sesuai laporan dalam Media Indonesia (2008) yang mengatakan bahwa harga anjlok,  sehingga puluhan ribu Ha sawit tidak dipanen. Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang anjlok membuat ribuan petani enggan memanen puluhan ribu hektare tanamannya. Harga sawit di tingkat pedagang pengumpul hanya berkisar Rp250-, per kilogram. Turun sekitar Rp100-, dari sehari sebelumnya yang dipatok seharga Rp350-, per kilogram, padahal petani harus mengeluarkan biaya panen sekitar Rp300-, per kilogram. Biaya tersebut Rp200-, untuk biaya pengangkutan dan Rp100-, per kilogram untuk upah pekerja. Petani akan semakin terpuruk jika tetap memanen sawitnya.

selengkapnya…klik disini!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s