PENGELOLAAN LAHAN SAWAH TERCEMAR LIMBAH TEKSTIL

PENGELOLAAN LAHAN SAWAH TERCEMAR LIMBAH TEKSTIL

Kasus di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Oleh : Grup VI

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pencemaran lingkungan atau polusi adalah masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi atau komponen lain ke dalam lingkungan. Dapat juga diartikan sebagai perubahan tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Hal ini sesuai dengan UU Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982.

Pencemaran lingkungan tersebut tidak dapat dihindari, yang dapat dilakukan adalah mengurangi pencemaran, mengendalikan pencemaran dan meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya agar tidak mencemari lingkungan. Soemarwoto (1991) dalam Kurnia, et al. (2009) mengatakan pencemaran terjadi pada tanah, air tanah, badan air atau sungai, udara, bahkan terputusnya rantai dari suatu tatanan lingkungan hidup atau penghancuran suatu jenis organisme yang pada akhirnya akan menghancurkan ekosistem.

Zat atau bahan yang dapat mengakibatkan pencemaran di sebut polutan. Syarat-syarat suatu zat disebut polutan bila keberadaannya dapat menyebabkan kerugian terhadap makluk hidup. Contohnya, karbon dioksida dengan kadar 0,033% di udara berfaedah bagi tumbuhan, tetapi bila lebih tinggi dari 0,033% dapat memberikan efek merusak.

Selanjutnya Kurnia, et al. (2009 ) mengatakan bahwa penyebab pencemaran pada lahan pertanian dapat digolongkan ke dalam kegiatan non pertanian (industri, pertambangan) dan kegiatan pertanian (penggunaan bahan-bahan agrokimia). Pencemaran pada lahan sawah umumnya disebabkan oleh limbah industri dan aktivitas budi daya yang menggunakan bahan-bahan agrokimia seperti pupuk dan pestisida yang kurang terkendali. Banyaknya pabrik atau industri tekstil yang dibangun di sekitar lahan pertanian telah menyebabkan tercemarnya lahan sawah sehingga hasil gabah menjadi berkurang atau sama sekali tidak menghasilkan.

Pencemaran yang terjadi ini disebabkan oleh limbah industri tekstil yang dibuang ke badan air atau sungai, sementara sungai  merupakan sumber pengairan lahan sawah yang ada di bagian hilir pabrik atau industri. Seperti aliran sungai Cikijing yang telah tercemar limbah industri tekstil dan digunakan untuk pengairan persawahan disekitar Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Akibatnya unsur-unsur kimia yang terbawa limbah, selanjutnya mengendap di dalam tanah. Proses ini terus berlanjut sehingga terjadi akumulasi bahan berbahaya dan beracun (B3) serta logam berat di dalam tanah. Oleh karena itu diperlukan teknologi untuk mengendalikan pencemaran yang terjadi pada tanah sawah.

Menurut penelitian dari Pusat Penelitian Pengembangan Tanah dan Agroklimat sejak 2001, yang dipaparkan tim dari BPLHD maupun PSDA, tanah di persawahan Rancaekek mengandung natrium (Na) dengan konsentrasi tinggi yaitu 2,03-12,97 me/100g tanah. Sebagai perbandingan, kadar Na dalam tanah yang tidak tercemar limbah industri tekstil hanya 0,42 me/100g tanah. Selain Na, unsur logam berat pencemar lainnya yang terdeteksi adalah Hg, Cd, Cr, Cu, Co, dan Zn. Ratusan hektare sawah di empat desa di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung terindikasi mengandung bahan-bahan kimia beracun dan logam berat (B3), sehingga menurunkan produksi dan kualitas padi. Pencemaran terjadi karena para petani menggunakan Sungai Cikijing yang telah tercemar limbah industri tekstil sebagai sumber pengairan bagi pertanian mereka ( www.pikiran-rakyat.com. Diakses tanggal 23 Juni 2009).

selengkapnya…klik disini!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s